Dalam suatu jalinan yang rusak, terkadang kita tidak ada pilihan terkecuali katakan “putus! ”. Bergantung dari pemicunya, kadang-kadang bahkan juga harus ada bonus tamparan atau jambak-jambakan. Namun ada pula beberapa bekas yang bebal (atau mungkin saja dungu) yang kelihatannya tidak mengetahui kata “putus” dalam kamusnya. Sesudah putus, dia masihlah mengharapkan serta ngejar-ngejar, hingga ponsel kita harus dimatikan serta telephone tempat tinggal mesti dicabut (jenis lari dari debt collector gitu). Namun semuanya usaha yang anda kerjakan percuma, lantaran bekas yang posesif seperti ini tidak dapat dijinakkan dengan cara petak umpet. Nah, bila anda terjerat kondisi seperti ini, apa yang anda kerjakan? Pada artikel ini akan kita ulas langkahnya hadapi bekas yang masihlah ‘ngarep’.
Sekali lagi, tidak usah lari. Lari baik untuk turunkan berat tubuh, namun untuk tidak mengatasi bekas yang masihlah mengharapkan (heh??). Sebelumnya bertemu segera dengan si bekas, pertama-tama terdapat banyak pertanyaan yang perlu anda tanyakan dahulu ke diri anda. Diantaranya :
1. Ingat kembali alasan anda putus. Apakah dengan argumen itu si bekas anda masihlah layak bisa peluang?
2. Bila kalian putus lantaran kekeliruan yang dia kerjakan, telah berapakah kali dia lakukan kekeliruan itu terlebih dulu?
3. Apa yang telah pernah didapatkan dari bekas anda? Apakah semuanya yang pernah ia berikanlah bikin ia layak untuk dipertahankan?
4. Bertanya perasaan anda, apakah anda juga masihlah menaruh harapan untuk balikan?
5. Apakah Farhat Abbas layak dimaksud manusia?
6. Gedean mana, punyanya Jupe apa Magdalena?
Nah, dari jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas semestinya anda telah dapat menyimpulkan apakah anda masihlah ingin terima si bekas kembali atau tidak. Bila anda mengambil keputusan untuk menerimanya kembali, ya telah, tidak perlu lanjut baca artikel ini (buat apa?).
Namun bila anda mengambil keputusan untuk betul-betul berpisah serta bersumpah da*rah akan tidak terima si bekas lagi meskipun dunia lalu kiamat serta kalian berdua hanya satu manusia di muka bumi, jadi berikut ini cara-cara untuk hentikan bekas yang obsesif.
Janganlah Lari
Ada 2 peluang saat bekas anda masihlah terus menerus menguber : dia masihlah begitu sayang atau dia psikopat. Namun ke-2 peluang itu tidak ada fungsinya lantaran toh anda telah mengambil keputusan untuk berpisah, apa pun kondisinya. Lari dari telephone atau lari dari tiap-tiap peluang ketemu cuma akan bikin bekas anda semakin agresif menguber. Jadi janganlah lari!
Apa yang semestinya anda kerjakan yaitu bikin si bekas semakin ilfil. 2 langkah tersebut yaitu langkah yang pernah digunakan bekas saya saat saya dengan menyedihkannya masihlah ngejar-ngejar dia. Serta langkah tersebut ampuh banget, sekurang-kurangnya buat saya saat itu.
1. Saat si bekas telephone, angkat teleponnya serta simpan dibawah bantal. Ditanggung, pada titik spesifik dia akan tidak kuat lagi isi pulsa.
2. Saat ketemu, jangan sampai anggap dia ada. Biarlah dia ada di sekitar anda, biarlah dia ngoceh, namun jangan sampai balas perkataannya. Perlakukan dia seperti mahkluk halus yang kasat mata.
Buku Formula Cinta
Jauhi Beberapa Rekannya
Anda serta bekas anda yang psikopat itu mungkin saja telah tidak dapat lagi jadi teman. Anda semestinya telah siap dengan resiko itu saat anda pilih putus. Ada bekas yang dewasa yang tetaplah dapat di ajak bersahabat bahkan juga sesudah putus. Namun mungkin saja bukanlah bekas anda yang obsesif ini.
Walau bagaimanapun, tidak bermakna anda harus juga musuh-musuhan dengan beberapa temannya. Mungkin saja saja jodoh anda jadi akan tiba dari beberapa temannya bekas anda (well, siapa yang tau?). Namun bekas yang putus harapan umumnya akan memakai semuanya koneksi yang dia miliki untuk menggangu ketenangan anda. Masalah bekas yang umum datang dari beberapa temannya dapat anda hadapi seperti ini :
Jauhi pertemuan dengan beberapa temannya. Janganlah ingin di ajak ketemuan dengan beberapa rekannya, sekurang-kurangnya janganlah dahulu lah. Anda dapat gunakan argumen apa sajakah sepanjang masuk akal serta tak menyinggung perasaan mereka. Mengapa mesti hindari pertemuan? Lantaran akan makin susah untuk menampik saat anda ketemuan segera dengan beberapa rekannya. Mereka akan berupaya bikin anda terasa bersalah telah mengambil keputusan si bekas. Mereka akan mengungkap rangkaian tragedi serta menghubung-hubungkannya dengan anda. Umpamanya :
“Sejak kamu putus, si Jodi saat ini murung banget. ”
“Sejak kamu putus, si Jodi jadi sulit makan. Tuturnya saat ini lagi di dokter periksain maagnya. ”
“Sejak kamu putus, si Jodi jadi seperti orang bego. Kita ngomong A, dia ngomong B. Kacau banget fikirannya” (Walau sebenarnya bekas anda dari dulunya memang telah bego).
Sebagian rekan-rekan yang desperate terkadang bahkan juga mesti mengarang-ngarang tragedi :
“Waktu kamu putus, si Jodi ngiris nadinya pakai silet karatan! ”
“Waktu kamu putus, si Jodi minum kar*bol digabung tin*ta prin*ter! Tin*tanya warna ungu lagi, warna kegemaran anda. ” (Mengapa tidak dikonsumsi saja sekalian prin*ternya ya?)
Nah, komunikasi-komunikasi seperti ini bakal makin susah anda tolak saat anda berjumpa segera. Terlebih bila anda tetaplah berlaku cuek, anda dapat berisiko jadi musuh beberapa rekannya bekas anda. Jadi dari pada repot, jauhi dahulu pertemuan segera dengan mereka.
Kembalikan Semuanya Pemberiannya
Sepanjang pacaran, anda sekurang-kurangnya tentu pernah terima hadiah atau pemberian dari bekas anda. Dari pemberian-pemberian kecil romantis yang buat geli, hingga beberapa barang bernilai seperti baju mahal atau arloji elegan. Anda belum dapat katakan anda serius ingin pisahlah bila arloji pemberian bekas anda masihlah anda gunakan kemana-mana. Bila anda memanglah serius ingin mengemukakan pada si bekas kalau tak akan ada jalan untuk balikan, kembalikan semuanya pemberiannya yaitu pesan yang paling kuat. Tidak ada langkah yang lebih tegas untuk menyebutkan keseriusan anda putus terkecuali dengan kembalikan semuanya pemberian yang pernah anda terima dari si bekas.
Terkecuali jadi pesan yang tegas buat bekas anda yang psikopat itu, kembalikan beberapa barang pemberiannya dapat menolong anda berupaya move on dari bekas. Tidak ada lagi benda-benda di sekitar anda yang dapat dengan cara tidak berniat bikin anda mengimpikan bekas anda lagi. Dengan begini, anda telah siap dengan lembaran hidup baru dengan orang lain yang lebih baik…… atau mungkin saja lebih rusak lagi, siapa yang tau? Hehe.
Kesimpulan
Hadapi bekas yang bebal serta tidak tau diri seperti ini kadang-kadang memanglah tidak sesederhana seperti yang saya ungkapkan diatas. Namun sekurang-kurangnya pada umumnya masalah, beberapa cara yang saya katakan dapat sukses. Bila bekas anda malah semakin agresif menguber bahkan juga sesudah semuanya langkah diatas anda kerjakan, hanya ada satu jalan keluar paling akhir : lapor polisi!
No comments:
Post a Comment