Monday, February 8, 2016

Tips Agar Suami Anda Tetap Setia Dan Sayang Kepada Anda. Gak Baca Nyesel !

Semuanya wanita yang sudah menikah pasti menginginkan suaminya senantiasa sayang pada dianya. Tetapi, untuk membina rumah tangga yang serasi, diperlukan usaha serta pengorbanan, satu diantaranya melindungi sikap serta tingkah laku di depan pasangan kita. 



Sebagai pendamping suami, seseorang istri harus berupaya memikat hati suami. Dia harus senantiasa berupaya jadi bidadari dirumahnya. Ia butuh jadi bunga yang fresh serta menyejukkan mata. 

Bila suami sakit, dia jadi dokter pribadi yang selalu setia temaninya. Apabila suami geram, ia dapat meredamnya. Bila suami pergi, ia tidak berani kemana saja. Bila dunia gelap di mata suaminya, ia jadi pelita yang siap menerangi jalannya. Bila suami kehausan, dia jadi pelepas dahaga yang menyejukkan. 

Waktu suami marah. Tidak ada rumah tangga yang sepi dari permasalahan. Tidak ada suami yang tidak pernah geram serta emosi. Walau sekian, seseorang istri yang cerdas tahu bagaimana meredam kemarahan suaminya dengan tenang serta penuh kecintaan. Karenanya ada kemarahan, jangan sampai memikirkan kalau sumber cinta di antara keduanya sudah jadi kering serta daun-daunnya sudah rontok bergug*uran. 

Kemarahan mungkin adalah emosi yang paling jelek yang butuh diakukan. Dari saat kewaktu, siapa juga pernah alami perasaan ini. Sebagian penyebabnya umum kemarahan diantaranya frustasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelec*ehan, serta stres. 

Untuk melindungi kelangsungan cinta, hal semacam ini bergantung dari seberapa besar karakter sama-sama pengertian di antara pasangan suami-istri. Di bawah ini yaitu beragam peristiwa saat suami marah, serta panduan bagaimana semestinya Anda sebagai istri berlaku supaya suami Anda tetaplah sayang serta simpatik pada Anda : 

1. Bila Anda lihat suami geram serta jengkel, berusahalah meredam amarahnya. Janganlah sambut emosinya dengan keluhan tentang anak-anak atau kesemrawutan serta keprihatinan permasalahan rumah tangga yang lain. Janganlah menyanggah dengan ajukan pertanyaan mengenai hal yg tidak mengenakkan terkecuali bila dia mengutarakannya. Ingatlah sabda Rasulullah, " Siapapun istri yang meninggal dunia dalam kondisi suaminya meridhainya, jadi dia masuk surga. " (HR. Ibnu Majah) 

2. Bila Anda memanglah salah, jadi cepatlah mohon maaf serta sampaikan argumennya, hingga suami terasa kalau Anda mengerti aksi itu yaitu salah. Bersabarlah dengan ungkapan yang mungkin saja dilontarkannya pada Anda. Bila Anda bersabar serta tidak merespons atau mengkritik balik, jadi hal sekian sudah buang beberapa kemarahannya. 

3. Bila suami yang marah tengah bicara, jadi janganlah sekali-kali Anda menyela. Redakanlah dengan kalimat lunak serta santun. Kalimat seperti ini bakal meluluhkan hatinya. Dia akan terasa kalau Anda memperhatikan diri serta kecemasannya. Janganlah menyanggah apa yang disebutkan atau diinstruksikannya bila memanglah itu baik. 

4. Bila suami marah dalam posisi berdiri, bawalah dia untuk duduk serta berbicaralah padanya dengan baik. Islam mengajarkan bebrapa trick menangani kemarahan, salah satunya : (1) bila tengah marah dalam kondisi berdiri jadi sebaiknya duduk, (2) bila tengah duduk sebaiknya berbaring, (3) dapat pula dengan mengambil air wudhu supaya mendinginkan emosi kita yang tengah bergolak, atau (4) ajak suami untuk lakukan shalat sunnah. Dalam satu hadis disebutkan, " Ketahuilah, sebenarnya marah itu bara api dalam manusia. Tidaklah engkau lihat marahnya ke-2 matanya serta tegangnya urat darah dilehernya? Jadi, siapa saja yang memperoleh barang itu, sebaiknya dia tempelkan pipinya dengan tanah (sujud). " (HR. TIRMIDZI) 

5. Sesudah anda yakinkan kalau dia telah lebih tenang, berinisiatiflah memerankan beberapa hal yang dapat menghadirkan keridhaanya. Gagasan dikerjakan oleh pihak yang tambah baik pemahaman agama serta akalnya di antara ke-2 pihak yang bertikai, atau siapapun yang paling sangat mungkin. Seperti yang disebutkan Abu Darda' pada ummu Darda'. istrinya, " Jika saya marah, jadi redakanlah kemarahanku. Apabila engkau marah, saya juga akan meredakan kemarahanmu, bila kita tidak mengerjakannya, jadi bagaimana kita bisa hidup rukun? "

No comments:

Post a Comment