Wednesday, February 10, 2016

TOLONG BACA INFO INI>>>> Kisah Nyata, Buat Para Ibu, Hati-Hati Dengan Perkataanmu Saat Marah.

Ini adalah cerita riil akibat kutukan ibu, jadi anakpun terserang petaka. Sesal lalu tidak bermanfaat. 

Satu hari, saya tengah bersihkan tempat tinggal. Mendadak anak lelaki saya datang, ia masihlah kecil saat itu, ia menjatuhkan satu hiasan yang terbuat dari kaca, serta pecah. 

Saya betul-betul geram saat itu. Lantaran hiasan itu sangat mahal harga nya. Ibu saya sudah memberikan hadiah serta saya sangat menyenanginya, jadi saya menjaganya dengan sangat baik... 


Lantaran sangat geram, saya melemparkan kalimat : " Mudah-mudahan anda tertimpa dinding bangunan serta tulang-belulangmu hancur! " 

Satu tahun lebih berlalu, saya lupa bakal doa itu, saya juga tidak menganggapnya utama, serta saya tidak tau kalau nyatanya doa itu sudah naik ke atas langit... 

Anakku lelakiku itu serta saudara-saudarinya yang lain makin besar. Rasa-rasanya, dialah yang paling saya cintai dari anak2ku yang lain. Dialah yang paling saya cemaskan.kuatirkan. Ia juga yang paling berbakti kepadaku dibanding saudara/i nya yang lain. Dia sudah tamat belajar, bekerja, serta telah waktunya buat saya mencarikannya pasangan... 

Ayahnya mempunyai satu gedung tua yang akan direnovasi. 

Jadi pergilah anakku berbarengan ayahnya ke gedung itu. Beberapa pekerja telah siap-siap untuk melakukan renovasi.. 

Ditengah-tengah kesibukan mereka, anakku pergi agak jauh dari ayahnya, beberapa pekerja tidak tahu kalau ada ia di sana, bangunan yang berniat dirobohkan untuk direnovasi itu jatuh menimpanya... 

Anakku berteriak sampai suaranya tidak terdengar lagi. Semuanya pekerja berhenti. Mereka ketakutan! Mereka cemas! 

Mereka singkirkan dinding yang menekan anakku itu dengan sulit payah serta selekasnya memanggil ambulans. Mereka tidak dapat mengangkat tubuh anakku. Ia remuk. Seperti kaca yang jatuh, pecah berkeping-keping... 

Mereka membawanya dengan sangat susah serta selekasnya memindahkannya untuk pertolongan selanjutnya.. . Saat ayahnya menghubungi saya untuk menyampaikan kabar hal semacam itu, seolah Allah mendatangkan kembali apa yang sudah saya doakan untuk dia dulu saat ia kecil... 

Saya menangis sampai jatuh pingsan. Saat sadar, saya ada dirumah sakit.. Serta saya memohon untuk lihat anak saya... 

Saat memandangnya, ah! Andaikata saya tak memandangnya dalam kondisi sebegitu... Saya memandangnya, seolah-olah Allah berkata " Ini doamu kan? Telah saya kabulkan sesudah demikian lama ; doa orangtua itu mustajab, serta saat ini Saya bakal mengambilnya... " 

Saat itu, jantung saya seolah berhenti berdetak... 

Anak saya hembuskan nafas terakhirnya... 

Sambil berteriak serta menangis saya berkata : 

Andaikata ia hidup lagi! Tak kenapa bila dia leburkan semuanya perlengkapan tempat tinggal... 

Seandainya saya tak kehilangan ia... 

Andaikata saja lidah saya ini terpotong serta tak mendoakannya sebegitu! 

Andaikata... Andaikata... Andaikata... Namun, andaikata kalimat 'andaikan' ini bermanfaat... 

Risalah pada beberapa ibu : janganlah tergesa-gesa mendoakan anakmu saat tengah geram... 

Berlindunglah pada Allah dari godaan setan,... Bila anda menginginkan memukulny, jam aaja, namun janganlah mendoakannya beberapa macam, hingga kalian bakal menyesal seperti saya... 

Saya menuliskan ini dengan airmata yang membanjir... 

Andaikata ruhku juga ikut bersamamu, nak. Sampai saya dapat beristirahat dari kepedihan yang saya rasakan sepeninggalmu... 

Cerita nyata 
Tolong sebarkan keseluruh wanita, doa itu bakal terjawab, walaupun sesudah demikian lamanya... 
Mudah-mudahan bisa di ambil hikmahnya 

Faidah : 
Doa ibu mustajab untuk anaknya, apakah berisi kebaikan atau keburukan. Kita tentu sayang pada anak kita. Sebandel apa pun anak kita doakan kebaikn waktu amarah mencapai puncak. Bukanlah jadi mendoakan kejelekan. 

demikianlah informasi ini mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini serta ini begitu utama untuk beberapa orang-tua terlebih ibu, jaga ucapanmu di saat anda tengah geram jangan pernah peristiwa ini bakal terulang kedalam kehidupan keluarga mua,,, tolong sebarkan informasi ini supaya banyak yang membaca informasi ini serta mudah-mudahan artikel ini jadi satu renungan buat beberapa pembaca.

No comments:

Post a Comment